Sahabatku…….
Kehidupan yang Allah ciptakan penuh dengan kebahagiaan dan kesedihan, kemiskinan dan kekayaan, kelapangan dan kesempitan, kekuataan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan, semua itu adalah lika-liku kehidupan. Untuk mengisi kehidupan yang penuh lika-liku itu, tentunya Allah telah mempersiapkan sesosok makhluk yang memang diracang untuk menghadapi kondisi tersebut. Makhluk itu adalah manusia. Hanya manusia yang mampu menjalani kehidupan yang Allah ciptakan. Inilah fitrah manusia.
Seiring dengan perjalanan waktu, banyak manusia yang merasakan kesulitan dalam menjalani hidupnya. Sungguh aneh tapi nyata. Wajarkah seorang manusia yang didesain sedemikian rupa kemudian mengatakan bahwa Allah tidak adil? Kata-kata itu hanya keluar dari mulut manusia-manusia yang tidak tahu makna penciptaannya dan kehidupan ini.
Sahabatku ...........
Kita adalah makhluk yang paling mulia dihadapan Allah dibanding semua makhluk yang pernah Ia ciptakan. Kita diberikan akal untuk berpikir, nafsu untuk berbuat, jasad untuk bergerak, dan hati untuk merenungi ciptaan Allah. Apalagi yang kurang dari diri seorang manusia? Inilah kehebatan makhluk ciptaan Allah. Sehingga pantaslah makhluk seperti ini berada pada kehidupan yang sangat hebat.
Allah menciptakan manusia bukan untuk sesuatu yang sia-sia. Allah telah menjelaskan alasan mengapa manusia diciptakan yaitu semata-mata untuk menyembahnya. Namun, dalam perjalanan hidupnya, manusia terkadang merasa dirinya paling hebat, bahkan menganggap Allah bukanlah Tuhan yang patut ia sembah. Inilah awal kehancuran seorang manusia di mata Allah.
Sahabatku ............
Ketahuilah bahwa hidup di dunia ini adalah perjalanan singkat. Masih ada perjalanan panjang menuju titik akhir kehidupan. Dunia merupakan tempat untuk mengumpulkan bekal yang banyak menuju perjalanan panjang yang melelahkan. Agar ketika diperjalanan panjang kita tidak kehabisan bekal. Renungkanlah wahai sahabat. Sudah berapa banyak bekal yang kita siapkan untuk menempuh perjalanan panjang itu. Kapan lagi kita akan mempersiapkan bekal itu, sekarang, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau kita tidak tahu kapan akan mulai mengumpulkan bekal itu. Mungkin menunggu hari perpisahan itu datang, kita pun sibuk menyiapkan bekal dan karena sibuknya sehingga tidak akal satu bekalpun yang terbawa.
Sahabatku ...................
Diri kita penuh dengan kelebihan yang diciptakan Allah untuk menghadapi kehidupan ini. Manusia yang lemah dan mudah putus asa bukan karena mereka makhluk yang lemah dan suka berputus asa, tetapi melainkan karena mereka tidak tahu potensi yang sudah Allah berikan kepadanya. Orang-orang yang tahu bahwa Allah telah memberinya kelebihan dan kekuatan tentunya akan merasa tenang dalam menjalani hidupnya.
Sahabatku .............
Ketahuilah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kata inilah yang diulang oleh Allah sampai dua kali berturut-turut di surah Al Insyrah dalam Al Qur’an yang menandakan bahwa Allah telah memberikan jaminan kepatian bahwa dibalik setiap kesulitan hidup selalu ada kemudahan. Ragykah kita dengan janji Allah? Inilah sebenarnya duduk semua masalah yang dihadapi manusia yaitu keyakinan kepada Allah. Allah telah mengatakan bahwa ”Aku adalah prasangka hambaku”. Sekarang mari kta tanyakan pada diri kita. Prasangka seperti apa yang kita tujukan kepada Allah? Baik atau buruk? Maka itulah Allah. Wahai sahabat, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang teramat mulia, semua kebaikan berada dalam genggamanNya. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan setiap kemudahan bagi hambanya. Yakinlah bahwa Allah selalu memperhatikan kita, yakinlah bahwa Allah sangat mencintai kita. Keyakinan inilah yang perlu kita bangun sehingga Allah bangga kepada kita dan mengakui kita sebagai hambanya. BANGUNLAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH DALAM DIRIMU.
Kehidupan yang Allah ciptakan penuh dengan kebahagiaan dan kesedihan, kemiskinan dan kekayaan, kelapangan dan kesempitan, kekuataan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan, semua itu adalah lika-liku kehidupan. Untuk mengisi kehidupan yang penuh lika-liku itu, tentunya Allah telah mempersiapkan sesosok makhluk yang memang diracang untuk menghadapi kondisi tersebut. Makhluk itu adalah manusia. Hanya manusia yang mampu menjalani kehidupan yang Allah ciptakan. Inilah fitrah manusia.
Seiring dengan perjalanan waktu, banyak manusia yang merasakan kesulitan dalam menjalani hidupnya. Sungguh aneh tapi nyata. Wajarkah seorang manusia yang didesain sedemikian rupa kemudian mengatakan bahwa Allah tidak adil? Kata-kata itu hanya keluar dari mulut manusia-manusia yang tidak tahu makna penciptaannya dan kehidupan ini.
Sahabatku ...........
Kita adalah makhluk yang paling mulia dihadapan Allah dibanding semua makhluk yang pernah Ia ciptakan. Kita diberikan akal untuk berpikir, nafsu untuk berbuat, jasad untuk bergerak, dan hati untuk merenungi ciptaan Allah. Apalagi yang kurang dari diri seorang manusia? Inilah kehebatan makhluk ciptaan Allah. Sehingga pantaslah makhluk seperti ini berada pada kehidupan yang sangat hebat.
Allah menciptakan manusia bukan untuk sesuatu yang sia-sia. Allah telah menjelaskan alasan mengapa manusia diciptakan yaitu semata-mata untuk menyembahnya. Namun, dalam perjalanan hidupnya, manusia terkadang merasa dirinya paling hebat, bahkan menganggap Allah bukanlah Tuhan yang patut ia sembah. Inilah awal kehancuran seorang manusia di mata Allah.
Sahabatku ............
Ketahuilah bahwa hidup di dunia ini adalah perjalanan singkat. Masih ada perjalanan panjang menuju titik akhir kehidupan. Dunia merupakan tempat untuk mengumpulkan bekal yang banyak menuju perjalanan panjang yang melelahkan. Agar ketika diperjalanan panjang kita tidak kehabisan bekal. Renungkanlah wahai sahabat. Sudah berapa banyak bekal yang kita siapkan untuk menempuh perjalanan panjang itu. Kapan lagi kita akan mempersiapkan bekal itu, sekarang, besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau kita tidak tahu kapan akan mulai mengumpulkan bekal itu. Mungkin menunggu hari perpisahan itu datang, kita pun sibuk menyiapkan bekal dan karena sibuknya sehingga tidak akal satu bekalpun yang terbawa.
Sahabatku ...................
Diri kita penuh dengan kelebihan yang diciptakan Allah untuk menghadapi kehidupan ini. Manusia yang lemah dan mudah putus asa bukan karena mereka makhluk yang lemah dan suka berputus asa, tetapi melainkan karena mereka tidak tahu potensi yang sudah Allah berikan kepadanya. Orang-orang yang tahu bahwa Allah telah memberinya kelebihan dan kekuatan tentunya akan merasa tenang dalam menjalani hidupnya.
Sahabatku .............
Ketahuilah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kata inilah yang diulang oleh Allah sampai dua kali berturut-turut di surah Al Insyrah dalam Al Qur’an yang menandakan bahwa Allah telah memberikan jaminan kepatian bahwa dibalik setiap kesulitan hidup selalu ada kemudahan. Ragykah kita dengan janji Allah? Inilah sebenarnya duduk semua masalah yang dihadapi manusia yaitu keyakinan kepada Allah. Allah telah mengatakan bahwa ”Aku adalah prasangka hambaku”. Sekarang mari kta tanyakan pada diri kita. Prasangka seperti apa yang kita tujukan kepada Allah? Baik atau buruk? Maka itulah Allah. Wahai sahabat, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang teramat mulia, semua kebaikan berada dalam genggamanNya. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan setiap kemudahan bagi hambanya. Yakinlah bahwa Allah selalu memperhatikan kita, yakinlah bahwa Allah sangat mencintai kita. Keyakinan inilah yang perlu kita bangun sehingga Allah bangga kepada kita dan mengakui kita sebagai hambanya. BANGUNLAH KEYAKINAN KEPADA ALLAH DALAM DIRIMU.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar